Mojokerto
Raya Jabon KM 07

Surabaya.
Jln, Jemursari 244.

Rabu, 18 Mei 2016

Proposal Pra Skripsi Mahasiswa Akpar Majapahit Lolos Verifikasi

Dari Seminar Proposal Pra Skripsi Mahasiswa Akpar Majapahit

Proposal Pra Skripsi 11 Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit Lolos Verifikasi 

PADA Kamis (31/3/2016), 11 mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit menjadi penyaji makalah dalam seminar proposal pra skripsi di lantai 4 Akpar Majapahit (Gedung Graha Tristar) Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya. Seminar proposal itu sebagai ajang pembelajaran bagi mahasiswa.
11 mahasiswa D3 Prodi UPW AkparMajapahit, yang terdiri dari Glorian Mandagie, Endang Setyawati, Nadia Cyrilla Sari, Anis Roliani Putri, Nimas Oktavianti, Agna Bella Monica, Ajeng Astamay, Nadya Shufriyah, Nur Alfiyah Siregar, Reyvaldo Soehandono dan Rizki Rahmanda berjuang keras untuk meloloskan proposal pra skripsinya masing-masing di hadapan dua dosen pembimbing yang ditunjuk menjadi verifikator dalam seminar itu yakni Hedy W. Saleh SH, MM dan Dewi Mariana M.Par.
Glorian Mandagie, sebagai penyaji pertama dalam seminar tersebut, mengangkat judul proposal pra skripsinya: ”Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kunjungan Wisatawan di Surabaya Carnival Park”. 
Untuk mempresentasikan proposal pra skripsinya itu, pihak penyaji diberi waktu 15 menit guna memaparkan proposalnya mulai latar belakang, landasan ilmiah, metode penelitian, pembahasan, hingga kesimpulan dan saran.
Sebagai pemain baru, Surabaya Carnival Park (SCP) yang dibuka 2013 silam, ingin berkiprah lebih jauh dalam menggairahkan industri pariwisata di Surabaya khususnya dan Jatim pada umumnya. Dengan keberadaan SCP yang berlokasi di Jl Ahmad Yani No. 333 Surabaya (akses tol Waru-Juanda), maka Surabaya kini mempunyai delapan objek daya tarik wisata. 
Delapan objek daya tarik wisata di kota Pahlawan itu adalah Jembatan Suramadu, House of Sampoerna, Tugu Pahlawan Surabaya, Monumen Kapal Selam (Monkasel), Kebun Binatang Surabaya (KBS), Ciputra Water Park, Kejeran Park dan Surabaya Carnival Park (SCP).
Eksistensi SCP yang beroperasi sejak 2014 silam hingga saat ini menunjukkan tren yang mengesankan ditinjau dari aspek jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnu) maupun wisatawan mancanegara (wisman) sehingga SCP menjadi salah satu objek daya tarik wisata di Surabaya yang direkomendasi untuk dikunjungi wisatawan berkat gencarnya promosi Sparkling Surabaya oleh Pemkot Surabaya.
Pada awal pembukaannya tahun 2014 lalu jumlah wisatawan yang berkunjung ke SCP hanya 26.500-an orang, lalu pada 2015 jumlah wisatawan yang menikmati wahana di SCP 32.100 orang (naik sekitar 13,7 persen dibandingkan dengan kunjungan wisatawan pada 2014), kemudian diprediksi meningkat lagi sampai 29.4 persen pada 2016 yang mencapai 46.600 orang.
 
”Nah tingginya minat masyarakat mengunjungi SCP ini yang menjadi perhatian saya dan kemudian saya angkat untuk bahan penelitian sekaligus mencari tahu faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi kunjungan wisatawan pada SCP belakangan ini,” kata Glorian yang sukses mendapatkan nilai A- usai mempresentasikan proposal pra skripsinya. 
Sedangkan Endang Setyawati, yang menjadi penyaji kedua pada seminar proposal pra skripsi, Kamis (31/03/2016),  mengangkat judul penelitiannya: ”Analisis Service Quality Pengelolaan Usaha Perjalanan Wisata di Banyuwangi (Studi Observasi pada BPW PT Biutama Imawangi)”.
Penelitian ini merupakan bentuk kepriihatinan mahasiswi D3 Prodi UPW Akpar Majapahit terhadap realitas di lapangan bahwa Banyuwangi sebagai tetangga dekat Bali, sebetulnya tidak kalah dengan Pulau Dewata dari sisi  jumlah objek wisata alamnya.
Namun sayangnya, objek wisata alam di Banyuwangi belum tergarap dengan baik oleh travel agent atau Biro Perjalanan Wisata (BPW). Jumlah travel agent di Bumi Blambangan bisa dihitung dengan jari dan salah satu pemainnya adalah PT Biutama Imawangi. 
Minimnya BPW yang menjual objek wisata Banyuwangi membuat wisatawan harus susah payah kala mereka ingin mengunjungi objek wisata alam, misalnya Kawah Ijen di Banyuwangi karena tidak ada pemandu wisata dari pihak tour & travel agency. Inilah yang melatarbelakangi kenapa dirinya tertarik untuk mengangkat penelitian dengan judul: Analisis Service Quality Pengelolaan Usaha Perjalanan Wisata di Banyuwangi (Studi Observasi pada BPW PT Biutama Imawangi). 
”Dipilihnya BPW PT Biutama Imawangi untuk studi observasi karena sebelum membuat proposal pra skripsi, saya pernah magang di sana. Dengan bekal itu, sedikit banyak saya  tahu kelebihan dan kekurangan travel agent tersebut. Makanya dalam kajian ini saya juga melakukan analisis Strenght, Weakness, Opportunity & Threat (SWOT),” ujar gadis berhijab ini di hadapan dua anggota tim verifikator, kemarin. Dan berkat kegigihannya dalam mempresentasikan proposal pra skripsinya, tim verifikator akhirnya memberikan nilai B+ kepada Endang Setyawati.

Sementara itu, Nadia Cyrilla Sari yang menjadi penyaji ketiga dalam seminar proposal pra skripsinya yang berjudul: ”Analisis Pengorganisasian Event Majapahit Tourism Fair (MTF) Jawa Timur (Studi Observasi tentang Penyelenggaraan Travex dan Exhibition).
Nadia tertarik melakukan penelitian ini setelah dirinya dua kali in charge dalam event MTF yakni pada gelaran MTF tahun 2014 dan 2015 lalu. Sampai saat ini MTF tergelar 17 kali termasuk rencana pelaksanaan MTF 2016 pada pertegahan April mendatang.
Gelaran tahunan MTF ini diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan di Jatim khususnya dan Indonesia pada umumnya. Apalagi dalam gelaran travex (travel exchange) selama MTF selalu menghadirkan seller & buyer dari mancanegara.
Selain menghelat acara inti travex, selama penyelenggaraan MTF masih ada sejumlah agenda acara seperti exhibition (pameran), farm trip, gala dinner hingga pergelaran musik dan kesenian (entertainment). Dengan demikian momentum MTF itu menjadi  ajang promosi wisata yang efektif untuk ”menjual” objek wisata Jatim dan daerah lain di Indonesia kepada buyer dari luar negeri.  
”Demikian hebohnya gelaran tahunan MTF bagi Jatim menjadi atensi saya untuk melakukan kajian dan mengangkatnya dalam proposal pra skripsi saya yang berjudul Analisis Pengorganisasian Event MTF Jatim (Studi Observasi tentang Penyelenggaraan Travex dan Exhibition),”  papar Nadia di hadapan verifikator.
Berkat kemampuannya menyakinkan dua anggota tim verifikator saat presentasi proposal pra skripsinya maupun pada sesi tanya jawab, mahasiswi asal Kalbar ini berhasil meraih nilai A. ”Saya optimistis jika ajang tahunan MTF merupakan salah satu jembatan untuk menyukseskan program Wonderful Indonesia yang dicanangkan Kementerian Pariwisata RI,” tandas gadis ayu dengan tinggi badan 175 cm ini.

Giliran penyaji seminar berikutnya adalah Anis Roliana Putri. Mahasiswi D3 Prodi UPW Akpar Majapahit dari Tulungagung ini memaparkan proposal pra skripsinya yang berjudul: ”Analisis Perilaku Wisatawan Nusantara di Makam Proklamator di Kota Blitar”.
Anis antusias mengangkat judul proposal pra skripsinya antara lain karena Dr Ir Soekarno sebagai Proklamator Kemerdekaan RI, sampai saat ini kharismanya tidak pernah pudar. Founding father Indonesia ini tetap dikenang jasa-jasanya meskipun telah meninggal dunia sekitar 50 tahun lalu.
Tak salah jika Makam Proklamator di Kota Blitar sampai detik ini selalu dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Daya tarik lainnya bahwa di dekat Makam Proklamator itu masih berdiri rumah Bung Karno lengkap dengan parabotnya. Rumah bersejarah itu menjadi saksi bisu bagaimana Soekarno dan keluarganya tinggal di sana semasa kecil.  

Selain itu masih ada objek wisata andalan Pemkab Blitar yakni Candi Penataran, yang merupakan situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit. Daya tarik wisata ke Makam Proklamator di Kota Blitar selain aksesibilitasnya mudah dijangkau oleh kendaraan juga berkat kuatnya kharisma Bung Karno sehingga rakyat tetap mencintainya.
Tak salah jika jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Makam Proklamator dari tahun ke tahun terus meningkat. Jika tahun 2010 hanya dikunjungi 435.070 orang, namun pada 2014 lalu jumlah pengunjungnya melejit hingga dua kali lipat yakni 831.527 orang.
”Berangkat dari realitas ini, saya tertarik untuk melakukan studi Analisis Perilaku Wisatawan Nusantara di Makam Proklamator di Kota Blitar sebagai prasyarat memenuhi tugas akhir yakni menyusun laporan pra skripsi di Prodi UPW Akpar Majapahit guna merampungkan Pendidikan Diploma III,” kata Anis. 
Dari presentasi proposal pra skripsinya tersebut, tim verifikator memberikan nilai B kepada Anis Roliana Putri. Penilaian oleh tim verifikasi itu meliputi aspek formalitas (teknik penulisan), presentasi (cara menyampaikan proposal kepada audiens) dan kemampuan berdialog (saat sesi tanya jawab).
Untuk penyaji seminar proposal pra skripsi selanjutnya adalah Nimas Oktavianti. Mahasiswa D3 Prodi UPW Akpar Majapahit ini memaparkan proposal pra skripsinya yang berjudul: ”Peran Serta Masyarakat terhadap Pengembangan Daya Tarik Wisata Kampung Wisata Jambangan di Surabaya”. 

Dengan kepercayaan diri yang tinggi, Nimas sukses menyakinkan tim verifikator sampai dibuatnya terkesima. Bagaimana tidak, Nimas dengan runtun dan disertai data pendukung selama pra observasi,  menegaskan bahwa di Surabaya masih ada ruang untuk membuat wisata alternatif.
Menurut Nimas, wisata alternatif ini mengajak warga lokal di perkotaan terlibat langsung dalam kegiatan eko wisata (eco tourism) yang ramah lingkungan sekaligus menyadarkan masyarakat  tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di perkotaan melalui pendidikan yang berwawasan lingkungan, program penghijauan dan melibatkan warga dalam kegiatan daur ulang sampah.
Gadis berpenampilan kalem asal Banyuwangi ini tertarik mengangkat kajian Kampung Wisata di Jambangan, setelah terinspirasi keberadaan Desa Wisata sebagai wisata alternatif yang cukup sukses karena diminati oleh masyarakat yang jenuh dengan hiruk pikuk kota.
Untuk disebut Kampung Wisata sedikitnya ada lima faktor yang harus dipenuhi, salah satunya adalah tidak bertentangan dengan adat istiadat dan budaya masyarakat setempat. Kampung Wisata di Kelurahan Jambangan yang tersebar di RW 1, 2, 3 dan 5 tersebut dikelola secara mandiri oleh warga kampung tersebut.
Sukses Kampung Wisata di Jambangan berkat gencarnya Pemkot Surabaya menghelat program Suroboyoku Bersih dan Hijau. Surabaya Green City yang digagas Walikota Tri Rismaharini. Program itu secara bertahap dan berkesinambungan akhirnya berhasil menyadarkan warga kota tentang pentingnya penghijauan dan lingkungan hidup yang bersih.
Di Kampung Wisata tersebut juga telah dilengkapi dengan fasilitas pelayanan yang disediakan untuk wisatawan antara lain pelayanan home stay, pelayanan guide, pelayanan makan dan minum serta pelayanan lahan parkir.
”Nah berangkat dari fenomena tersebut, maka saya ingin mengkaji sampai sejauh mana peran serta masyakarat terhadap pengembangan daya tarik wisata Kampung Wisata Jambangan di Surabaya,” tandas Nimas yang siap melakukan pra observasi di lapangan usai seminar proposal pra skripsinya disetujui oleh tim verifikator dan dari  presentasinya itu, Nimas sukses memperoleh nilai A-.
Presentasi seminar proposal pra skripsi berikutnya berturut-turut disajikan oleh Reyvaldo Soehandono. Proposalnya berjudul: ”Analisis Kualitas Sapta Pesona Pariwisata Taman Tugu Pahlawan”. Oleh tim verifikator, Reyvaldo mendapatkan nilai B.
Selanjutnya, Nur Alfiyah Siregar tampil sebagai penyaji ketujuh seminar proposal pra skripsinya yang berjudul: ”Pengaruh Mutu Cagar Budaya sebagai Daya Tarik Wisata Surabaya Heritage Track oleh House of Sampoerna”. Setelah mendengarkan presentasi dari Nur Alfiyah Siregar, tim verifikator akhirnya bersepakat memberikan nilai B+ kepada mahasiswi D3 Prodi UPW Akpar Majapahit tersebut.
Sedangkan Ajeng Astamay, yang menjadi penyaji kedelapan seminar proposal pra skripsi dengan judul: ”Pengaruh Mutu Sarana Promosi Tourism Information Center terhadap Tingkat Kunjungan Wisatawan di Surabaya” berhasil mengantongi nilai A-, usai tim verifikator yang mengkaji materi yang dipresentasikannya dan melakukan tanya jawab kepada peneliti.
Usai Ajeng Astamay tampil, sekarang giliran Nadya Shufriyah yang menjadi penyaji kesembilan seminar proposal pra skripsi dengan judul: ”Analisis Profil dan Perilaku Kunjungan Wisatawan di Kebun Binatang Surabaya”. Oleh tim verifikator, presentasi Nadya diberikan nilai B.
Penyaji kesepuluh seminar proposal pra skripsi adalah Rizki Rahmanda. Mahasiswa D3 Prodi UPW Akpar Majapahit ini mengangkat judul penelitiannya: “Analisis Motivasi Kunjungan Wisatawan Nusantara di Museum Mpu Tantular Sidoarjo”.  Dalam presentasinya itu, tim verifikator memberikan nilai A- kepada Rizki.
Sementara itu, untuk penyaji terakhir dari seminar proposal pra skripsi ini adalah Agna Bella Monica. Mahasiswi berparas manis ini mempresentasikan proposal pra skripsinya yang berjudul: ”Analisis Mutu Pengelolaan Daya Tarik Wisata Monumen Kapal Selam di Surabaya”. Berdasarkan penilaian tim verifikator, Agna Bella Monica berhasil meraih nilai B+. (menunggu konfirmasi dari Kaprodi UPW Akpar Majapahit).
Anda tertarik dengan aneka kegiatan di kampus Akpar Majapahit dan ingin mendaftarkan diri sebagai mahasiswa baru di kampus tersebut, silakan menghubungi Divisi Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar