Mojokerto
Raya Jabon KM 07

Surabaya.
Jln, Jemursari 244.

Selasa, 17 Mei 2016

Produsen dari Jepang Jajaki Kerjasama dengan Tristar Group

Tristar Group Kedatangan Tamu dari  Negeri Sakura

Produsen Food Machinery dari Jepang Jajaki Kerjasama dengan Tristar Group

TRISTAR MACHINERY, salah satu unit usaha Tristar Group yang punya dua outlet, kedatangan tamu istimewa dari Negeri Sakura, Jepang, di Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Rabu (13/04/2016) siang.

Tamu tersebut adalah Mr Hirotaka Muzimaki dari Kowa Kogyo Co. Ltd. dan Mr Jun Fukasawa dari PT Nomura Exporindo (authority of Nomura Trading Co. Ltd.). Dua orang Jepang ini didampingi Franc C. Prakoso, mitra bisnisnya dari PT Djawa Baru. Kedatangannya disambut langsung oleh Andrean L. Bandono, Asisten Direktur Tristar Machinery.

Kepada tamunya, Andrean menjelaskan secara singkat company profile Tristar Group berikut jaringan usahanya antara lain Akpar Majapahit, Tristar Institute, Tristar Machinery, Tristar Chemical, Resto & Café dan Toko 9.

Akpar Majapahit misalnya, lembaga pendidikan yang menawarkan program D3 Usaha Perjalanan Wisata (UPW) dan D3 Perhotelan dengan mencetak mahasiswanya sebagai calon chef yang andal di bidang Pastry (Patisserie) dan Culinary.


Untuk mendukung praktik mahasiswa, Akpar Majapahit memiliki tiga laboratorium praktik (dapur) Pastry di lantai 2 dan tiga laboratorium praktik (dapur) Culinary di lantai 3. Laboratorium praktik itu juga bisa dimanfaatkan untuk memberikan pelatihan memasak kepada kalangan umum yang ingin belajar pastry dan culinary atau belajar wirausaha di bidang kuliner. Pelatihan masak tersebut diasuh langsung oleh instruktur-instruktur yang berpengalaman dari Tristar Group.

Di dapur Pastry antara lain tersedia peralatan membuat roti (bakery) seperti mixer, blander, kompor gas, oven listrik, mixer. Sementara itu di dapur Culinary terdapat sejumlah peralatan memasak seperti kompor listrik, oven, alat pemanggang daging,  dan alat masak yang lainnya.

Peralatan di dapur pastry dan culinary selain  buatan dalam negeri juga tidak sedikit yang merupakan barang impor dari Eropa, Jepang dan Amerika Serikat. Sedangkan peralatan memasak yang ditawarkan Tristar Machinery yang outlet-nya di Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya (masih satu kompleks dengan Kampus Akpar Majapahit) kebanyakan adalah produksi China dan buatan Indonesia sisanya diimpor dari Jepang, Eropa dan Amerika Serikat (AS).

”Dominasi produk China yang kami tawarkan kepada pelanggan itu karena harganya sangat terjangkau, tetapi jika dibandingkan dengan produk buatan Jepang, terus terang kualitas produk Jepang berada jauh di atasnya. Hanya bedanya, harga peralatan masak buatan Jepang bisa terpaut sampai dua kali lipatnya dibanding harga produk sejenis dari China,” terang Andrean L. Bandono kepada tamunya.

Penjelasan eksekutif Tristar Group ini juga diamini oleh Mr Hirotaka Mizumaki, Mr Jun Fukasawa dan Franc C. Prakoso. ”Kalau soal harga memang saya akui produk Jepang harganya relatif lebih mahal ketimbang harga barang sejenis dari China. Namun, kalau dari segi kualitas, produsen dari Negeri Sakura sangat menjaga mutu dan after sales service (layanan purna jual),”  tandas Hirotaka.

Sementara itu,  Hirotaka Mizumaki menjelaskan, kedatangannya bersama Mr Jun Fukasawa dari PT Nomura Exporindo  yang di dampingi local partner  PT Djawa Baru ini sebetulnya ingin menawarkan peralatan masak modern yang dilengkapi ban berjalan. Peralatan modern nan higienis ini untuk diaplikasikan pada industri menengah kecil  hingga skala menengah atas atau pabrikan.

Nah, untuk market Jawa Timur, pihaknya melalui Japan Indonesia Cooperation Agencies (JICA) telah menghibahkan satu unit peralatan masak modern ini kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Industri Makanan dan Minuman Disperindag Jatim Jl Raya Trosobo, Sidoarjo.

”Bulan Mei atau Juni 2016 mendatang, kami bersama pihak UPT Industi Makanan dan Minuman akan menyelenggarakan pelatihan kepada masyarakat maupun pelaku usaha makanan dan minuman bagaimana cara mengoperasikan peralatan bantuan hibah dari pemerintah Jepang ini. Sedangkan tim teknis kami yang dipercaya untuk menanganinya termasuk memberikan bimbingan teknis,” kata Hirotaka.

Pihaknya juga mengapresiasi kelompok masyarakat, pelaku usaha kecil menengah (UKM) atau koperasi, untuk memanfaatkan peralatan masak modern ini selama enam bulan demi menunjang bisnis yang mereka lakoni. 

Jika alat itu sudah memberikan manfaat kepada pemakainya, mereka baru ditawari untuk membeli alat tersebut. Jadi selama enam bulan pertama, mereka gratis mengoperasikan peralatan tersebut –tentunya dengan di dampingi tenaga ahli dari Jepang-- sampai operatornya betul-betul mahir.

Dalam kesempatan itu, Andrean L. Bandono mengajak tamunya melihat mahasiswa D3 Akpar Majapahit, praktik membuat cookies hias berkarakter yang dipandu oleh chef Riva, dosen tamu dari Audrya Cookies di dapur Pastry, lantai 2 Gedung Graha Tristar.

Tidak hanya itu, tamu dari Negeri Sakura tersebut juga diajak mencicipi masakan India (Asian Food) yang baru selesai dimasak oleh mahasiwa D3 Akpar Majapahit yang praktik masakan India bersama Chef Ari Purwanto di dapur Culinary, lantai 3 Gedung Graha Tristar Surabaya.

”Untuk mengenal lebih dekat jaringan usaha Tristar Group, tamu dari Negeri Sakura ini juga kami tunjukkan sejumlah peralatan masak dan produk terkait lainnya yang dipajang di outlet Tristar Machinery Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya,” ujar Andrean kepada kru www.culinarynews.info, kemarin.

Selama Triwulan I tahun 2016 ini, permintaan berbagai jenis peralatan masak yang di-handle Tristar Machinery terus mengalir mulai mesin pencetak bakso, alat es puter manual, sausage stuffer (mesin filling sosis manual), mesin presto industri, freezer (mesin pendingin). food processor, blender, mixer, mini vacuum sealer, spiner, alat penapis minyak, cup sealer, hand sealer hingga continuous sealer.

Setiap hari sedikitnya 10 calon konsumen yang datang langsung ke mari untuk mencari peralatan masak. Sedangkan calon konsumen lainnya terutama dari luar kota dan luar Jawa juga banyak yang menghubungi lewat telpon setelah mereka browsing internet. Selain tanya-tanya spesifikasi barang dan harganya, mereka juga menanyakan bagaimana pengiriman barang itu kalau pemesannya dari luar pulau.

Selain menanyakan spesifikasi barang dan harga, konsumen juga menanyakan layanan purna jual (after sales service) dan garansi pembelian. Menurut pihak Tristar Machinery, setiap produk yang dibeli ada garansi servis (sekitar 1 tahunan). Pembeli mesin presto industri juga mendapat spare part berupa satu buah seal karet untuk dipakai cadangan.

Harga barang yang di-display di outlet Tristar Machinery hampir semuanya ada fasilitas diskonnya, maksimum 10 persen. Selain itu, untuk menarik pembeli, Tristar Institute juga melayani jasa antar gratis di wilayah Surabaya dan sekitarnya, untuk pembelian dengan nilai tertentu.

”Sedangkan untuk pengiriman barang ke luar kota atau luar pulau, pembeli dikenakan biaya ekspedisi yang besar kecilnya disesuaikan dengan jauh dekat alamat pelanggan dan ukuran (berat) barang yang akan dikirim,” pungkasnya.
Nah, untuk informasi lebih lanjut seputar sisik melik peralatan masak untuk usaha skala rumahan (home industry), Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Machinery, Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar