Mojokerto
Raya Jabon KM 07

Surabaya.
Jln, Jemursari 244.

Selasa, 17 Mei 2016

Mahasiswa D3 Akpar Majapahit Antusias Ikut Historical Surabaya City Tour


Implementasikan Mata Kuliah Technics Guiding & Leadership

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit  Antusias Ikut ”Historical Surabaya City Tour” (Naskah ke-1 dari Tiga Tulisan)
MAHASISWA D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit yang saat ini duduk di Semester VI mengajak 17 mahasiswa dari semester di bawahnya  pada gelaran Historical Surabaya City Tour (HSCT) yang dihelat Rabu (06/04/2016) pagi hingga sore hari. 
Kegiatan di luar kampus itu merupakan implementasi dari mata kuliah Leadership (Kepemimpinan) yang telah diajarkan di kelas oleh Drs Gatot Harjoso kepada mahasiswa Semester VI.
Lima mahasiswa D3 Prodi UPW Akpar Majapahit yang ditunjuk sebagai panitia sekaligus tour leader (pimpinan rombongan tur)-nya adalah Glorian Mandagie, Endang Setyawati, Nadia Cyrilla Sari, Anis Roliana Putri dan Nimas Oktavianti sekitar pukul 07.00 meluncur dengan bus pariwisata di dampingi Kaprodi UPW Akpar Majapahit Dewi Mariana M.Par dan kru www.culinarynews.info menuju meeting point di Graha Pena Jl A. Yani No, 88 Surabaya. 

Sementara itu 17 mahasiswa lainnya yakni Anita Permatasari, Eka Yuliany Kurniawati, Olga Claudia, Nikita Kinanthi, Diza Faiqotus, Sarah Ferina, Adinda Anastasia, Ryo Stanley, Rocky Alexander, Sari Julianti Ningrum, Dewa Ayu Kade Utami Dewi dan Andi Ira Isah (Semester II) serta Daniel Endra, Maily Chandra,  Munifah Bawazier, Dwita Puspa dan Yolanda Afitsa (Semester IV), juga dari Prodi UPW Akpar Majapahit, bertindak sebagai turisnya. 
Keikutsertaan mahasiswa Semester II dan IV Prodi UPW Akpar Majapahit dalam HSCT itu terkait dengan implementasi mata kuliah Basic Guiding dan Technics Guiding yang diajarkan Drs Gatot Harjoso, sedangkan mata kuliah English for Tour & Travel II untuk mahasiswa Semester IV juga diasuh oleh Drs Gatot Harjoso.
Bus full AC yang dipesan panitia ini bertolak ke Graha Pena untuk menjemput 17 mahasiswa dan dosen mata kuliah Leadership Drs Gatot Harjoso yang menjadi peserta HSCT. Pada acara pembukaan di Graha Pena,  Anis Roliani Putri yang dipercaya sebagai opening guide menjelaskan kota Surabaya secara umum.
Kepada peserta tur, Anis memperkenalkan jati dirinya, nama driver, run down acara HSCT kepada peserta tur dan membagikan formulir pendaftaran dan statement form (surat pernyataan bahwa ada perubahan jadwal dari rencana awal).
Rombongan peserta HSCT baru meninggalkan meeting point pukul 08.00 menuju Tugu Pahlawan + Museum 10 November. Selama perjalanan menyusuri Jl A Yani, Wonokromo, hingga Taman Suro & Boyo di luar area Kebun Binatang Surabaya (KBS), peserta dipandu oleh Nimas Oktavianti, sebagai during guide yakni pemandu wisata selama perjalanan dari meeting point ke Tugu Pahlawan. 
Nimas menjelaskan koleksi satwa di KBS sampai saat ini sekitar 2000-an, mulai burung sampai gajah. Sesampai di Taman Soro & Boyo, rombongan menyempatkan diri untuk foto bareng.
Taman Suro & Boyo diresmikan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Di taman itu, para pengunjung KBS bisa foto-foto bersama untuk dokumentasi pribadi. Jasa tukang foto langsung jadi tersebut bisa dimanfaatkan oleh pengunjung. Tarifnya pun tidak terlalu mahal karena bisa dinego.
Setelah puas foto bareng di Taman Suro & Boyo, bus rombongan melanjutkan perjalanan menyusuri Jl Diponegoro, Bengawan, Raya Darmo, Urip Sumoharjo, Basuki Rakhmad, Tunjungan, Embong Malang, Blauran, Bubutan, Tugu Pahlawan.
Di sepanjangan jalan menuju pusat kota itu banyak berdiri bangunan cagar budaya peninggalan penjajah Belanda seperti rumah besar (loji) kediaman pejabat dan pengusaha Belanda semasa jaman penjajahan.
Rumah Sakit Darmo, dulunya dikenal sebagai markas militer Belanda yang sekaligus jadi gudang senjata Bala Tentara Belanda. Sedangkan gedung SMAK Santa Maria di masa penjajahan Belanda sebagai tempat pendidikan kesusteran (kaum perempuan).
Sementara itu, Graha Wismilak, semasa penjajahan Belanda dulu dimanfaatkan sebagai markas polisi. Begitu juga semasa Kemerdekaan RI, gedung Wismilak itu pernah dipakai sebagai Mapolres Surabaya Selatan.
Di u turn, antara Jl Urip Sumoharjo, Basuki Rakhmad dan Jl Panglima Sudirman, ada patung Karapan Sapi. Di akses Jl Basuki Rakhmad hingga Jl Embong Malang, Nimas Oktavianti menjelaskan Gedung Pers Jawa Timur yang berisi peran para jurnalis pejuang dalam mempertahankan Kemerdekaan RI melalui tulisannya yang disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia.
Tak terasa rombongan sudah masuk Jl Blauran yang berdiri megah gedung Empire Palace. Ball room di gedung megah itu selain untuk perhelatan pernikahan, pergelaran seni, seminar, acara rapat dan meeting, juga bisa dimanfaatkan untuk pameran indoor.
Sementara itu di Jl Blauran ada bangunan cagar budaya yakni Gedung SPN dan patung Budi Utomo. Gedung tersebut saat ini di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya.
Beberapa menit kemudian bus yang dinaiki rombongan HSCT sampai di area parkir Tugu Pahlawan + Museum 10 November Surabaya. Nimas Oktavianti selaku tour guide menjelaskan keberadaan Kantor Pos dan Giro, Kompleks Surabaya Theater, Kantor Pelni, Kantor Gubernur Jl Pahlawan yang merupakan bangunan cagar budaya yang masih terawat dengan baik hingga saat ini. 
 
Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

1 komentar: