Mojokerto
Raya Jabon KM 07

Surabaya.
Jln, Jemursari 244.

Jumat, 20 Mei 2016

Mahasiswa Advanced Culinary Ujian Praktik Mixology Beverage

Ujian Kompetensi Profesi Mixology Beverage Standar Industri
Mahasiswa Advanced Culinary Class Akpar Majapahit Ujian Praktik Mixology (Traditional) Beverage
SETELAH sepekan mengikuti kuliah dan praktik Mixology (Traditional) Beverage bersama dosen luar biasa Food & Beverage (F&B) Product (termasuk Bartending) Akpar Majapahit Agus J. Mulyana, pada pekan terakhir bulan Februari 2016,  mahasiswa Advanced Culinary Class diuji kemampuannya dalam meracik minuman hasil kreasi mereka sendiri.
Ujian praktik tersebut dihelat di mini bar Lantai 4 Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, pada Selasa (01/03/2016). Ujian praktik Mixology (Traditional) Beverage kali ini hanya diikuti dua orang mahasiswa Advanced Culinary Class, yakni Marco dan Titus. 
Dalam ujian tersebut, Titus menyodorkan dua resep minuman yakni wedang jahe gula merah (non alkohol) dan bir lemon rempah-rempah atau spicy lemon ice (beralkohol). Sedangkan Marco mengajukan dua resep minuman yaitu lemon grass ice with red sugar (non alkohol) dan spicy cocho milk ice (beralkohol).
Resep minuman yang diusung oleh dua mahasiswa Advanced Culinary Class ini memadukan unsur rempah-rempah sebagai bahan baku pembuatan minuman. Bahan utama itu kemudian di-mixed dengan bahan lain, sehingga tersaji hasil racikan yang segar dan menyegarkan ketika diminum.
Bahan untuk membuat wedang jahe gula merah dan spicy lemon ice hasil kreasi Titus antara lain bintang zero (bir bintang kadar alkohol di bawah 10 persen)), sereh, jahe, gula merah, daun pandan, kayu manis, lada bubuk, kapulaga, gula pasir, garam, lemon, secang, cengkih dan gula batu.
Sementara itu bahan-bahan untuk meracik minuman lemon grass ice with red sugar dan spicy cocho milk ice hasil kreasi Marco adalah  sereh, daun pandan, garam, gula merah, lemon, gula pasir, susu UTH, susu kental manis, jeruk nipis, kayu manis, kapulaga, jahe, kencur, lada putih, coklat bubuk dan rum (kadar alkohol sekitar 40 persen).
Mengingat kedua mahasiswa ini sudah diajarkan membuat 20 resep saat praktik Mixology (Traditional) Beverage oleh Agus J. Mulyana, mereka nampak enjoy menyiapkan racikan hingga membuat minuman yang siap saji pada saat ujian praktik di mini bar kampus, pekan  lalu.
Sekitar satu jam kemudian, baik Titus maupun Marco sudah bisa menunjukkan kreasinya masing-masing di hadapan Agus J. Mulyana, selaku dosen pembimbing pada mata kuliah F&B Product Akpar Majapahit.
Sebelum meracik minuman, mahasiswa diingatkan oleh Agus J. Mulyana, agar tidak menggunakan gula merah (aren) terlalu banyak karena rasanya manis asin, berbeda dengan rasa manisnya gula merah dari buah kelapa. Jika sampai telanjur pakai gula merah (aren) sebaiknya tidak perlu menambah garam biar taste racikan minumannya tidak keasinan.
 Sekadar informasi, dalam perkuliahan mixology beverage, pekan lalu, mahasiswa diajarkan sejumlah resep minuman, kemudian mempraktikkannya di minibar lantai 4 kampus Akpar Majapahit. Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya. Selama praktik mixology beverage tersebut mahasiswa dipandu langsung oleh Agus J. Mulyana, sebagai dosen pembimbingnya.
Praktik mixology beverage akhir bulan lalu, jadwal perkuliahan dimulai pada Selasa (23/02/2016) mempraktikkan lima resep minuman coffee alcohol, yakni cocholate mocha latte, coffee dessert, turkish mocha, burning coffee dan jamaica coffee.
Selanjutnya pada Rabu (24/02/2016), Agus J Mulyana mengajarkan lima resep minuman Rempah Coffee with Alcohol, yang meliputi coffee brahmapoetra, coffee fairy, coffee monkey tail, coffee delight dan coffee india.
Sedangkan pada Jumat (26/02/2016) mahasiswa mempraktikkan lima resep minuman rempah mocktail yakni bir pletok, bir keraton (traditional beer), red moon delight, snow light princess (diganti dengan rob roy cocktail) dan planter punch.
Sementara itu pada tatap muka terakhir (hari keempat), Senin (29/02/2016), mahasiswa Advanced Culinary Class Akpar Majapahit diajarkan meracik enam resep minuman beralkohol yaitu red devil (shake), tobleron (shake), apr├Ęs-ski-choe, hot pepermint patty, blue lagoon dan spicy peanut. 
Dalam kesempatan itu, Marco dan Titus dipercaya menjadi asisten Agus J. Mulyana saat meracik enam resep minuman di minibar lantai 4 kampus Akpar Majapahit. Selama praktik meracik resep minuman yang bahan-bahannya disesuaikan dengan standar industri perhotelan itu, kedua mahasiswa Advanced Culinary Class ini merasa tersanjung dan termotivasi untuk tampil sebaik mungkin.
Mahasiswa bisa tampil baik karena sebelumnya sudah dibekali pengetahuan bahan minuman dan cara mencampurnya (mixing) bahan minuman sesuai dengan resep yang diterapkan yakni mengacu pada standard operation procedure (SOP)-nya.
”Dalam meracik bahan minuman itu ada urut-urutannya. Jangan sampai terbalik komposisinya karena  dari aspek rasa tidak pengaruhi tetapi yang rusak itu teksturnya. Nah inilah kenapa kami selalu menekankan hal ini kepada mahasiswa saat praktik di bar,” terang dosen Akpar Majapahit ini kepada kru www.culinarynews.info.
Dalam perkuliahan mixology beverage selama empat kali tatap muka mahasiswa telah mempraktikkan 20-an resep minuman, pihaknya selain menyodorkan resep minuman tradisional yakni bir pletok dan bir keraton, juga memadukan resep minuman tradisional dan minuman beralkohol (long drink), misalnya spicy peanut, yang salah satu bahannya adalah sambal pecel.
Upaya mengkreasi resep minuman juga dilakukannya di hadapan mahasiswa, misalnya saat praktiki meracik minuman snow light princess, ternyata salah satu bahannya sulit diperoleh di pasaran, kemudian ia mengganti dengan resep yang lain yakni rob roy cocktail yang bahannya meliputi red label 30 ml, martini rosso 20 ml, simple syrup 10 ml dan red cherry.
”Selain itu, saya juga menyiapkan resep minuman alternatif lain seperti planter punch yang bahannya terdiri dari myers’s rum 30 ml, lemon 20 ml, orange juice 2 pieces, brenadine 30 ml,” tandas Agus J. Mulyana yang juga berprofesi sebagai konsultan cafe & bar ini.
Upaya mengkreasi racikan minuman ini disampaikan kepada mahasiswa agar mereka tidak kaget saat terjun di dunia kerja terutama di industri perhotelan. ”Karena itu, seusai pertemuan hari terakhir, pekan  lalu, mahasiswa mengikuti uji meracik minuman hasil kreasi mereka sendiri. Hasil kreasi masing-masing mahasiswa selanjutnya  kami nilai sejauh mana kemampuan mereka pasca pembelajaran mixology beverage sebelumnya,” pungkasnya. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar