Mojokerto
Raya Jabon KM 07

Surabaya.
Jln, Jemursari 244.

Jumat, 19 Desember 2014

Ujian Praktek Mahasiswa Akpar Majapahit



Tingkatkan Skill, Mahasiswa Akpar Majapahit Ujian Praktik Culinary dan Pastry

UNTUK meningkatkan kemampuan mahasiswanya dalam pembelajaran teori maupun praktik, setiap kampus mempunyai cara tersendiri untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya dari segi skill. Maka dari itu, kemarin (23/6) Akpar Majapahit (khusus Culinary & Pastry) melaksanakan ujian praktikum yang berjalan selama empat hari dan berakhir pada Kamis (26/6).



Ujian untuk kelas pagi yang dimulai pukul 08.30 – 11.30 WIB, sedangkan kelas siang dimulai pukul 13.00 – 16.00 WIB di kampus Akpar Majapahit. Dengan adanya ujian praktikum seperti ini, jelaskan memotivasi mahasiswa untuk bisa lebih rajin dalam membuat produk yang enak dan nikmat, bisa me-manage waktu dan mendisiplinkan mereka untuk nantinya pada saat magang akan terbiasa pada saat belajar di kampus.



Tujuan ujian ini juga untuk menilai seberapa kreasi dan kreativitasnya mahasiswa Akpar Majapahit mengevaluasi lagi hasil praktik yang mereka dapat selama belajar (triwulan) di kampus Akpar Majapahit. Tentu juga menilai dari rasa, penampilan dan estetika yang diujikan.



Mahasiswa Akpar Majapahit yang melaksanakan ujian praktikum dibagi per-kelompok yang sudah diacak  dosen sesuai dengan triwulan pertama dan kedua yang mereka tempuh, perkelompok berjumlah tiga orang sisanya tiga orang. Ada juga yang individu bagi mereka yang sudah triwulan ketiga, tergantung dari setiap dosen dan peminatan yang mereka ambil berbeda pula cara pengujiannya.



Berbeda dengan kelas Culinary, untuk Culinary pada triwulan ketiga masakan yang akan diujikan menggunakan mistery box atau bahan-bahan memasak, mahasiswa membeli sendiri (memang khusus untuk ujian, beberapa mereka ada yang membeli sendiri untuk bahannya) dan nantinya orderan yang mereka beli tidak untuk mereka masak, melainkan diacak perorang dan mahasiswa akan mendapatkan bahan dari teman yang berbeda. Untuk triwulan kedua memilih sendiri menu yang diujikan dengan tema Chinese atau Indonesian Food.


Setelah semua mahasiswa selesai dengan waktu yang sudah ditentukan, saatnya dosen menilai hasil praktik mahasiswanya. Oleh karena itu mahasiswa berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik dan tentu saja poin tertinggi dari setiap dosen dalam ujian kali ini.


Sekadar info saja, penilaian hasil ujian untuk Dosen Culinary ada Chef Yanuar Kadaryanto, Chef Ari dan Chef Mahmudi, sedangkan untuk Dosen Pastry ada Chef Otje Herman Wibowo, Chef Renny Savitri dan Chef Erviana, ditambah juga dari dosen Pariwisata dan Perhotelan yang ikut menilai masakan mahasiswa Akpar Majapahit.



So, bagi kalian yang ingin sekolah memasak seperti mereka yang mampu menguasai skill dan tehniknya. Datang saja ke Kampus Akpar Majapahit di Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya dan Kampus Mojokerto Jln. Raya Jabon Km 07. , datang dan rasakan suasana kampus yang begitu nyaman dan menarik, lobby yang dibuat seperti layaknya di hotel. (ica)

Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.matoa.info
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.

Sekolah Masak - Akademi Tataboga - Pendidikan Kuliner - Perhotelan Pariwisata - Culinary Academy - Cooking School - Praktek Setiap Hari.
Sekolah Masak Terbesar & Terbaik di Indonesia.

Majapahit Travel Fair


Akpar Majapahit Semarakkan MTF 2014 di Grand City

UNTUK kali ketiga, Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit berpartisipasi dalam gelaran akbar Majapahit Travel Fair (MTF) 2014 yang dihelat selama empat hari, mulai 8-11 Mei 2014, di convention hall Grand City Convex.


Pameran industri pariwisata tahunan yang diselenggarakan Pemprov Jatim cq Dinas Pariwisata Jatim ini diikuti puluhan pelaku bisnis yang terkait dalam industri pariwisata mulai kalangan perhotelan (PHRI), usaha perjalanan wisata domestik dan manca negara, perguruan tinggi swasta (PTS), Dinas Pariwisata (Kota/Kabupaten) dan UKM (produsen produk-produk unggulan daerah dan makanan khas untuk oleh-oleh),  pengelola objek wisata alam hingga pengelola rumah sakit.

Lembaga pendidikan tinggi yang berkampus di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya ini selain mendisplay brosur-brosur tentang sejumlah kelebihan Akpar Majapahit, kegiatan mahasiswa dan fasilitas perkuliahan, ruang kelas, fasilitas dapur modern, laboratorium, juga menyediakan space khusus untuk menggelar demo masak secara langsung yang dilakukan mahasiswa jurusan tata boga dan patiseri.

Dalam pameran itu, Akpar Majapahit menempati stan berukuran 7,5 x 3 meter persegi, sehingga memungkinkan tim marketing untuk berinteraksi dengan pengunjung yang mampir dan menanyakan berbagai kelebihan kampus yang telah mengantongi ijin Dikti Nomor: 4537/D/T/2008.

Akpar Majapahit (Majapahit Tourism Academy) sejauh ini memiliki program pendidikan professional satu tahun, dua tahun dan Diploma  (D-3) dengan minat studi (1). Tata Boga (Culinary Arts), (2). Patiseri (Baking & Pastry), (3). Usaha Perjalanan Wisata (Tourism) dan (4). Perhotelan (Hotel Management).

Dalam pameran kali ini, anggota tim yang terlibat adalah Anggit Krismahani , Monica, Brigitta dan Veve (dari divisi marketing Akpar Majapahit), Arinta dan Anastasia Sephiana (mahasiswa), junior chef Denny dan Gerry (mahasiswa) serta Juan (driver).

Ditemui di sela-sela pameran, Humas & Marketing Akpar Majapahit Anggit Krismahani mengatakan, keikutsertaan Akpar Majapahit dalam MTF 2014 yang dibuka resmi oleh Gubernur Jatim Soekarwo, kemarin (8/5) di convention hall Grand City Convex adalah kali ketiga.

Di mata Akpar Majapahit, MTF 2014 merupakan ajang pameran yang cukup bergengsi untuk dimanfaatkan sebagai ajang promosi lembaga pendidikannya, karena peserta pameran tahunan ini ada link dan match dengan bisang studi yang digeluti mahasiswa Akpar Majapahit, yakni tata boda, patiseri, usaha perjalanan wisata dan perhotelan.


”Bagi kami, gelaran MTF 2014 cukup representatif untuk mengenalkan berbagai keunggulan kampus Akpar Majapahit di hadapan pengunjung terutama orang tua yang ingin menguliahkan putra putrinya setelah lulus nanti,” terang Anggit Krismahani.  

Oleh karena itu, dalam perhelatan kali ini, terang Anggit, Akpar Majapahit selain ingin mengenalkan berbagai kelebihan kampus yang terletak di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya kepada orang tua dan calon mahasiswa yang berminat mengunjungi MTF 2014 di Grand City Mall.

Makanya tidak berlebihan jika dalam pameran kali ini, pihaknya membidik sedikitnya 100 pengunjung potensial --bukan sekadar ambil brosur-- yang mampir di stan Akpar Majapahit, di mana 10 persennya nanti terjaring jadi calon mahasiswa baru (maba) Akpar Majapahit tahun akademik 2014/2015.

Anggit mencontohkan profil pengunjung potensial, Herman (45), warga Kupang Indah yang menyempatkan diri mampir ke booth Akpar Majapahit dan berinteraksi dengan tim marketing lembaga pendidikan ini karena tertarik  menguliahkan putrinya, Stephany, yang sebentar lagi lulus dari SMA YPPI Surabaya.

Selain mendisplay berbagai informasi seputar akademik, pihaknya juga menggelar demo masak. Pada hari pertama kemarin, dua mahasiswa Akpar Majapahit (junior chef) Denny dan Gerry langsung mendemontrasikan cara membuat Gurami Menari dan kiat bikin Cup Cake cantik di hadapan pengunjung pameran.Sedangkan demo masak pada hari kedua junior chef dari Akpar Majapahit akan membuat Sate Pelangi yang membikin lidah bergoyang dan Crepes Buah seperti kue leker. 

Anda tertarik mengunjungi gelaran MTF 2014 terutama demo masak yang ditampilkan mahasiswa Akpar Majapahit, kunjungi booth Akpar Majapahit di convention hall Grand City Convex sekarang juga. (ahn)

Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.tristarculinaryinstitute.com
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.

Kamis, 18 Desember 2014

Wisuda Akpar Majapahit - Perhotelan & Usaha Perjalanan Wisata


Diwisuda di Hotel Bumi Surabaya pada Sabtu, 29 November 2014

71 Mahasiswa D-III Akpar Majapahit Surabaya Kini Sandang Gelar Ahli Madya Pariwisata

AKADEMI Pariwisata (Akpar) Majapahit Surabaya sukses menghelat acara wisuda 71 mahasiswa jurusan D-III Usaha Perjalanan Wisata (UPW) dan Perhotelan di Hotel Bumi Surabaya pada Sabtu, 29 November 2014. Setelah diwisuda mereka berhak menyandang gelar Ahli Madya Pariwisata (Amd.Par).

Wisuda ke VI mahasiswa D-III Akpar Majapahit ini merupakan tonggak bersejarah bagi Yayasan Eka Prasetya Mandiri yang menaungi lembaga pendidikan tinggi itu, dalam kiprahnya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni sebagai ahli madya di bidang pariwisata.

Ditemui di kantornya, Senin (1/12) pagi, Direktur Akpar Majapahit, Ir Juwono Saroso mengatakan, setelah sukses menghelat wisuda ke VI, sejumlah 71 mahasiswa D-III Akpar Majapahit, Sabtu (29/11) lalu, pihaknya berharap pasca gelaran wisuda tersebut semakin memacu adik-adik kelas untuk menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Pasalnya tidak bisa dipungkiri ada beberapa mahasiswa yang prothol sebelum waktunya mereka diwisuda.

“”Dengan adanya wisuda kali ini kami ingin momentum itu menjadi kebanggaan orang tua, masyarakat dan seluruh civitas akademika Akpar Majapahit, terutama mahasiswa D-III yang saat ini masih kuliah agar terpacu menyelesaikan studinya tepat waktu dan sukses meraih gelar Ahli Madya Pariwisata atau Amd.Par,” kata Juwono.

Selain itu juga, lanjut owner Akpar Majapahit ini, dengan adanya momentum wisuda perdana tersebut, alumni yang sudah bekerja di berbagai kota bisa berkumpul kembali, seiring dengan diaktifkannya Ikatan Alumni (IKA) Akpar Majapahit. Keberadaan Ikatan Alumni ini diharapkan bisa saling membantu antar mahasiswa, alumnus dengan pihak kampus.


Jika ada informasi terkait peluang kerja (jobs) atau penawaran magang kerja yang jelas bisa di-share dengan adik-adik kelasnya. ”Selain itu, kami juga berharap kepada alumnus yang saat ini telah bekerja atau berwirausaha sendiri, bisa menjaga nama baik almamater,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengundang beberapa mitra kerja dari kalangan hotel dan restoran anggota PHRI Jatim, travel agent, pelaku industri pariwisata lainnya serta dari pemerintahan cq Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim untuk menghadiri acara wisuda, sekaligus sebagai apresiasi atas terjalinnya kerjasama yang baik dengan institusi Akpar Majapahit.

”Dengan demikian kami harapkan mereka lebih yakin lagi terhadap eksistensi institusi Akpar Majapahit dan para alumnusnya. Sejauh ini, dari 71 wisudawan, 15 persennya telah mengabdi di almamater, sedangkan sisanya menjadi entrepreneur dengan membuka usaha sendiri dan ada juga bekerja di sejumlah perusahaan swasta di dalam maupun luar kota,”  terang Pak Yu, sapaan akrab Ir Juwono Saroso.

Seperti diketahui, industry pariwisata Indonesia ke depan akan menghadapi tantangan yang tidak ringan, memasuki era ASEAN Economy Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015., terutama terkait kompetensi SDM Indonesia dibandingkan dengan tenaga kerja asing pendatang (TKAP) yang sama-sama memiliki kesempatan untuk masuk ke bursa lapangan kerja baik Indonesia maupun di luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Dr H Jarianto MSi, dalam kata sambutannya di Buku Wiswuda Akpar Majapahit, yang dirilis bertepatan dengan acara wisuda 71 mahasiswa Akpar Majapahit, 29 November 2014.

Diakui Jarianto, pariwisata merupakan industry yang semakin berkembang secara signifikan, yang bisa dilihat bahwa jumlah hotel di Jatim sampai akhir 2013 mencapai 1.305, restoran sebanyak 1.845, rekreasi dan hiburan umum sejumlah 2.611 dan biro perjalanan wisata (BPW) sekitar 532, mengindikasikan bahwa betapa besarnya peluang lapangan kerja yang bisa dimanfaatkan.

”Nah, salah satu jawaban atas tantangan dan peluang tersebut adalah mendorong dunia pendidikan untuk menyesuaikan kurikulumnya agar berbasis kompetensi atau competed based training (CBT) yang berstandar internasional, sehingga dapat mengisi peluang kerja yang tersedia. Kami berharap lulusan Akpar Majapahit juga sukses dalam memasuki dunia kerja,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, panitia wisuda Akpar Majapahit juga mengukuhkan dua orang wisudawan terbaik dari masing-masing program studi. Untuk prodi UPW, wisudawan perbaiknya diberikan kepada Catur Puspitasari dengan IPK 3,62, sedangkan Albert Eddy Edward menjadi wisudawan terbaik dari prodi Perhotelan dengan IPK 3,75. Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati mahasiswa D-III Akpar Majapahit 2014.

Sekolah Perhotelan - Akademi Pariwisata

Kamis, 04 Desember 2014

Cara Membuat Dekorasi Wedding Cake - Akpar Majapahit



Special ‘Wedding Cake’ Kreasi Mahasiswa (part. 1)
Akpar Majapahit Surabaya


Keindahan ‘Wedding Cake’ dalam sebuah acara pesta pernikahan, tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang hadir. Tak heran jika kehadiran wedding cake yang menjulang tinggi atau sekedar dua – tiga tingkat bisa menjadi centerpiece di dalam ruang pesta. Paduan bentuk cake yang unik serta warna yang serasi dengan tema sang pengantin, pastinya akan menambah kemeriahan pesta pernikahan.



Mengusung pokok bahasan mata kuliah pembuatan ‘Wedding Cake’, para Mahasiswa program studi Pastry Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya menampilkan karya-karya apiknya yang dituangkan untuk sebuah moment special.

Rumit dan membutuhkan kreatifitas itu pasti. Itulah gambaran dari para mahasiswa dalam pembuatan ‘wedding cake’. Mulai membuat konsep desain hingga menyiapkan topper cake yang unik. Tak hanya itu, detail hiasan pada cake tema ini begitu penting, karena untuk membentuk sebuah keindahan.


Berikut beberapa karya ‘Wedding Cake’ Mahasiswa program studi Pastry Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya yang bisa Anda petik idenya :

Ø 
Golden Peacock
Dominan warna emas yang mengkilap membuat ‘wedding cake’ ini tampil elegan. Paduan bunga mawar emas dan pertemuan sepasang burung merak sebagai topper dengan bulu ekor yang warnanya sangat cantik, makin lengkap melambangkan keserasian sepasang pengantin.

Ø  Blue Romance
Nuansa romantis yang digambarkan lewat dasar cake warna biru muda, menjadi lebih hidup dengan balutan renda dan garnish bunga. Ada rangkaian bunga mawar sebagai topper, lalu bunga teratai biru yang menempel bak dilautan sebagai centerpiece dan bunga blossom biru bertebaran makin menciptakan karya yang makin berkesan.












Ø  Classic Wedding
Dibalik kesederhanaan pemilihan warna-warna pastel menjadi cerah dengan ditingkahi oleh bouquet warna kuning emas dari bunga mawar sebagai topper dan pemanis dari wedding cake yang didominasi warna peach. Detail-detail berupa tebaran bunga blossom dan mutiara pada cake menjadi pemanis, ditambah tampilan sepasang pengantin menjadi daya tarik terhadap wedding cake ini secara keseluruhan.

Ø  Fantasy White Ribbon
Fondant bermotif pita renda putih dengan pinggiran warna emas yang menutup ‘wedding cake’ empat tingkat ini mampu menghadirkan kesan fantasi dalam suatu ruang pesta pernikahan. Tatanan bunga mawar warna merah sebagai topper makin mempercantik cake special. *Upi