Mojokerto
Raya Jabon KM 07

Surabaya.
Jln, Jemursari 244.

Jumat, 19 Desember 2014

Ujian Praktek Mahasiswa Akpar Majapahit



Tingkatkan Skill, Mahasiswa Akpar Majapahit Ujian Praktik Culinary dan Pastry

UNTUK meningkatkan kemampuan mahasiswanya dalam pembelajaran teori maupun praktik, setiap kampus mempunyai cara tersendiri untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya dari segi skill. Maka dari itu, kemarin (23/6) Akpar Majapahit (khusus Culinary & Pastry) melaksanakan ujian praktikum yang berjalan selama empat hari dan berakhir pada Kamis (26/6).



Ujian untuk kelas pagi yang dimulai pukul 08.30 – 11.30 WIB, sedangkan kelas siang dimulai pukul 13.00 – 16.00 WIB di kampus Akpar Majapahit. Dengan adanya ujian praktikum seperti ini, jelaskan memotivasi mahasiswa untuk bisa lebih rajin dalam membuat produk yang enak dan nikmat, bisa me-manage waktu dan mendisiplinkan mereka untuk nantinya pada saat magang akan terbiasa pada saat belajar di kampus.



Tujuan ujian ini juga untuk menilai seberapa kreasi dan kreativitasnya mahasiswa Akpar Majapahit mengevaluasi lagi hasil praktik yang mereka dapat selama belajar (triwulan) di kampus Akpar Majapahit. Tentu juga menilai dari rasa, penampilan dan estetika yang diujikan.



Mahasiswa Akpar Majapahit yang melaksanakan ujian praktikum dibagi per-kelompok yang sudah diacak  dosen sesuai dengan triwulan pertama dan kedua yang mereka tempuh, perkelompok berjumlah tiga orang sisanya tiga orang. Ada juga yang individu bagi mereka yang sudah triwulan ketiga, tergantung dari setiap dosen dan peminatan yang mereka ambil berbeda pula cara pengujiannya.



Berbeda dengan kelas Culinary, untuk Culinary pada triwulan ketiga masakan yang akan diujikan menggunakan mistery box atau bahan-bahan memasak, mahasiswa membeli sendiri (memang khusus untuk ujian, beberapa mereka ada yang membeli sendiri untuk bahannya) dan nantinya orderan yang mereka beli tidak untuk mereka masak, melainkan diacak perorang dan mahasiswa akan mendapatkan bahan dari teman yang berbeda. Untuk triwulan kedua memilih sendiri menu yang diujikan dengan tema Chinese atau Indonesian Food.


Setelah semua mahasiswa selesai dengan waktu yang sudah ditentukan, saatnya dosen menilai hasil praktik mahasiswanya. Oleh karena itu mahasiswa berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik dan tentu saja poin tertinggi dari setiap dosen dalam ujian kali ini.


Sekadar info saja, penilaian hasil ujian untuk Dosen Culinary ada Chef Yanuar Kadaryanto, Chef Ari dan Chef Mahmudi, sedangkan untuk Dosen Pastry ada Chef Otje Herman Wibowo, Chef Renny Savitri dan Chef Erviana, ditambah juga dari dosen Pariwisata dan Perhotelan yang ikut menilai masakan mahasiswa Akpar Majapahit.



So, bagi kalian yang ingin sekolah memasak seperti mereka yang mampu menguasai skill dan tehniknya. Datang saja ke Kampus Akpar Majapahit di Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya dan Kampus Mojokerto Jln. Raya Jabon Km 07. , datang dan rasakan suasana kampus yang begitu nyaman dan menarik, lobby yang dibuat seperti layaknya di hotel. (ica)

Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.matoa.info
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.

Sekolah Masak - Akademi Tataboga - Pendidikan Kuliner - Perhotelan Pariwisata - Culinary Academy - Cooking School - Praktek Setiap Hari.
Sekolah Masak Terbesar & Terbaik di Indonesia.

Majapahit Travel Fair


Akpar Majapahit Semarakkan MTF 2014 di Grand City

UNTUK kali ketiga, Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit berpartisipasi dalam gelaran akbar Majapahit Travel Fair (MTF) 2014 yang dihelat selama empat hari, mulai 8-11 Mei 2014, di convention hall Grand City Convex.


Pameran industri pariwisata tahunan yang diselenggarakan Pemprov Jatim cq Dinas Pariwisata Jatim ini diikuti puluhan pelaku bisnis yang terkait dalam industri pariwisata mulai kalangan perhotelan (PHRI), usaha perjalanan wisata domestik dan manca negara, perguruan tinggi swasta (PTS), Dinas Pariwisata (Kota/Kabupaten) dan UKM (produsen produk-produk unggulan daerah dan makanan khas untuk oleh-oleh),  pengelola objek wisata alam hingga pengelola rumah sakit.

Lembaga pendidikan tinggi yang berkampus di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya ini selain mendisplay brosur-brosur tentang sejumlah kelebihan Akpar Majapahit, kegiatan mahasiswa dan fasilitas perkuliahan, ruang kelas, fasilitas dapur modern, laboratorium, juga menyediakan space khusus untuk menggelar demo masak secara langsung yang dilakukan mahasiswa jurusan tata boga dan patiseri.

Dalam pameran itu, Akpar Majapahit menempati stan berukuran 7,5 x 3 meter persegi, sehingga memungkinkan tim marketing untuk berinteraksi dengan pengunjung yang mampir dan menanyakan berbagai kelebihan kampus yang telah mengantongi ijin Dikti Nomor: 4537/D/T/2008.

Akpar Majapahit (Majapahit Tourism Academy) sejauh ini memiliki program pendidikan professional satu tahun, dua tahun dan Diploma  (D-3) dengan minat studi (1). Tata Boga (Culinary Arts), (2). Patiseri (Baking & Pastry), (3). Usaha Perjalanan Wisata (Tourism) dan (4). Perhotelan (Hotel Management).

Dalam pameran kali ini, anggota tim yang terlibat adalah Anggit Krismahani , Monica, Brigitta dan Veve (dari divisi marketing Akpar Majapahit), Arinta dan Anastasia Sephiana (mahasiswa), junior chef Denny dan Gerry (mahasiswa) serta Juan (driver).

Ditemui di sela-sela pameran, Humas & Marketing Akpar Majapahit Anggit Krismahani mengatakan, keikutsertaan Akpar Majapahit dalam MTF 2014 yang dibuka resmi oleh Gubernur Jatim Soekarwo, kemarin (8/5) di convention hall Grand City Convex adalah kali ketiga.

Di mata Akpar Majapahit, MTF 2014 merupakan ajang pameran yang cukup bergengsi untuk dimanfaatkan sebagai ajang promosi lembaga pendidikannya, karena peserta pameran tahunan ini ada link dan match dengan bisang studi yang digeluti mahasiswa Akpar Majapahit, yakni tata boda, patiseri, usaha perjalanan wisata dan perhotelan.


”Bagi kami, gelaran MTF 2014 cukup representatif untuk mengenalkan berbagai keunggulan kampus Akpar Majapahit di hadapan pengunjung terutama orang tua yang ingin menguliahkan putra putrinya setelah lulus nanti,” terang Anggit Krismahani.  

Oleh karena itu, dalam perhelatan kali ini, terang Anggit, Akpar Majapahit selain ingin mengenalkan berbagai kelebihan kampus yang terletak di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya kepada orang tua dan calon mahasiswa yang berminat mengunjungi MTF 2014 di Grand City Mall.

Makanya tidak berlebihan jika dalam pameran kali ini, pihaknya membidik sedikitnya 100 pengunjung potensial --bukan sekadar ambil brosur-- yang mampir di stan Akpar Majapahit, di mana 10 persennya nanti terjaring jadi calon mahasiswa baru (maba) Akpar Majapahit tahun akademik 2014/2015.

Anggit mencontohkan profil pengunjung potensial, Herman (45), warga Kupang Indah yang menyempatkan diri mampir ke booth Akpar Majapahit dan berinteraksi dengan tim marketing lembaga pendidikan ini karena tertarik  menguliahkan putrinya, Stephany, yang sebentar lagi lulus dari SMA YPPI Surabaya.

Selain mendisplay berbagai informasi seputar akademik, pihaknya juga menggelar demo masak. Pada hari pertama kemarin, dua mahasiswa Akpar Majapahit (junior chef) Denny dan Gerry langsung mendemontrasikan cara membuat Gurami Menari dan kiat bikin Cup Cake cantik di hadapan pengunjung pameran.Sedangkan demo masak pada hari kedua junior chef dari Akpar Majapahit akan membuat Sate Pelangi yang membikin lidah bergoyang dan Crepes Buah seperti kue leker. 

Anda tertarik mengunjungi gelaran MTF 2014 terutama demo masak yang ditampilkan mahasiswa Akpar Majapahit, kunjungi booth Akpar Majapahit di convention hall Grand City Convex sekarang juga. (ahn)

Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.tristarculinaryinstitute.com
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.

Kamis, 18 Desember 2014

Wisuda Akpar Majapahit - Perhotelan & Usaha Perjalanan Wisata


Diwisuda di Hotel Bumi Surabaya pada Sabtu, 29 November 2014

71 Mahasiswa D-III Akpar Majapahit Surabaya Kini Sandang Gelar Ahli Madya Pariwisata

AKADEMI Pariwisata (Akpar) Majapahit Surabaya sukses menghelat acara wisuda 71 mahasiswa jurusan D-III Usaha Perjalanan Wisata (UPW) dan Perhotelan di Hotel Bumi Surabaya pada Sabtu, 29 November 2014. Setelah diwisuda mereka berhak menyandang gelar Ahli Madya Pariwisata (Amd.Par).

Wisuda ke VI mahasiswa D-III Akpar Majapahit ini merupakan tonggak bersejarah bagi Yayasan Eka Prasetya Mandiri yang menaungi lembaga pendidikan tinggi itu, dalam kiprahnya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni sebagai ahli madya di bidang pariwisata.

Ditemui di kantornya, Senin (1/12) pagi, Direktur Akpar Majapahit, Ir Juwono Saroso mengatakan, setelah sukses menghelat wisuda ke VI, sejumlah 71 mahasiswa D-III Akpar Majapahit, Sabtu (29/11) lalu, pihaknya berharap pasca gelaran wisuda tersebut semakin memacu adik-adik kelas untuk menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Pasalnya tidak bisa dipungkiri ada beberapa mahasiswa yang prothol sebelum waktunya mereka diwisuda.

“”Dengan adanya wisuda kali ini kami ingin momentum itu menjadi kebanggaan orang tua, masyarakat dan seluruh civitas akademika Akpar Majapahit, terutama mahasiswa D-III yang saat ini masih kuliah agar terpacu menyelesaikan studinya tepat waktu dan sukses meraih gelar Ahli Madya Pariwisata atau Amd.Par,” kata Juwono.

Selain itu juga, lanjut owner Akpar Majapahit ini, dengan adanya momentum wisuda perdana tersebut, alumni yang sudah bekerja di berbagai kota bisa berkumpul kembali, seiring dengan diaktifkannya Ikatan Alumni (IKA) Akpar Majapahit. Keberadaan Ikatan Alumni ini diharapkan bisa saling membantu antar mahasiswa, alumnus dengan pihak kampus.


Jika ada informasi terkait peluang kerja (jobs) atau penawaran magang kerja yang jelas bisa di-share dengan adik-adik kelasnya. ”Selain itu, kami juga berharap kepada alumnus yang saat ini telah bekerja atau berwirausaha sendiri, bisa menjaga nama baik almamater,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengundang beberapa mitra kerja dari kalangan hotel dan restoran anggota PHRI Jatim, travel agent, pelaku industri pariwisata lainnya serta dari pemerintahan cq Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim untuk menghadiri acara wisuda, sekaligus sebagai apresiasi atas terjalinnya kerjasama yang baik dengan institusi Akpar Majapahit.

”Dengan demikian kami harapkan mereka lebih yakin lagi terhadap eksistensi institusi Akpar Majapahit dan para alumnusnya. Sejauh ini, dari 71 wisudawan, 15 persennya telah mengabdi di almamater, sedangkan sisanya menjadi entrepreneur dengan membuka usaha sendiri dan ada juga bekerja di sejumlah perusahaan swasta di dalam maupun luar kota,”  terang Pak Yu, sapaan akrab Ir Juwono Saroso.

Seperti diketahui, industry pariwisata Indonesia ke depan akan menghadapi tantangan yang tidak ringan, memasuki era ASEAN Economy Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015., terutama terkait kompetensi SDM Indonesia dibandingkan dengan tenaga kerja asing pendatang (TKAP) yang sama-sama memiliki kesempatan untuk masuk ke bursa lapangan kerja baik Indonesia maupun di luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Dr H Jarianto MSi, dalam kata sambutannya di Buku Wiswuda Akpar Majapahit, yang dirilis bertepatan dengan acara wisuda 71 mahasiswa Akpar Majapahit, 29 November 2014.

Diakui Jarianto, pariwisata merupakan industry yang semakin berkembang secara signifikan, yang bisa dilihat bahwa jumlah hotel di Jatim sampai akhir 2013 mencapai 1.305, restoran sebanyak 1.845, rekreasi dan hiburan umum sejumlah 2.611 dan biro perjalanan wisata (BPW) sekitar 532, mengindikasikan bahwa betapa besarnya peluang lapangan kerja yang bisa dimanfaatkan.

”Nah, salah satu jawaban atas tantangan dan peluang tersebut adalah mendorong dunia pendidikan untuk menyesuaikan kurikulumnya agar berbasis kompetensi atau competed based training (CBT) yang berstandar internasional, sehingga dapat mengisi peluang kerja yang tersedia. Kami berharap lulusan Akpar Majapahit juga sukses dalam memasuki dunia kerja,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, panitia wisuda Akpar Majapahit juga mengukuhkan dua orang wisudawan terbaik dari masing-masing program studi. Untuk prodi UPW, wisudawan perbaiknya diberikan kepada Catur Puspitasari dengan IPK 3,62, sedangkan Albert Eddy Edward menjadi wisudawan terbaik dari prodi Perhotelan dengan IPK 3,75. Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati mahasiswa D-III Akpar Majapahit 2014.

Sekolah Perhotelan - Akademi Pariwisata

Kamis, 04 Desember 2014

Cara Membuat Dekorasi Wedding Cake - Akpar Majapahit



Special ‘Wedding Cake’ Kreasi Mahasiswa (part. 1)
Akpar Majapahit Surabaya


Keindahan ‘Wedding Cake’ dalam sebuah acara pesta pernikahan, tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang hadir. Tak heran jika kehadiran wedding cake yang menjulang tinggi atau sekedar dua – tiga tingkat bisa menjadi centerpiece di dalam ruang pesta. Paduan bentuk cake yang unik serta warna yang serasi dengan tema sang pengantin, pastinya akan menambah kemeriahan pesta pernikahan.



Mengusung pokok bahasan mata kuliah pembuatan ‘Wedding Cake’, para Mahasiswa program studi Pastry Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya menampilkan karya-karya apiknya yang dituangkan untuk sebuah moment special.

Rumit dan membutuhkan kreatifitas itu pasti. Itulah gambaran dari para mahasiswa dalam pembuatan ‘wedding cake’. Mulai membuat konsep desain hingga menyiapkan topper cake yang unik. Tak hanya itu, detail hiasan pada cake tema ini begitu penting, karena untuk membentuk sebuah keindahan.


Berikut beberapa karya ‘Wedding Cake’ Mahasiswa program studi Pastry Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya yang bisa Anda petik idenya :

Ø 
Golden Peacock
Dominan warna emas yang mengkilap membuat ‘wedding cake’ ini tampil elegan. Paduan bunga mawar emas dan pertemuan sepasang burung merak sebagai topper dengan bulu ekor yang warnanya sangat cantik, makin lengkap melambangkan keserasian sepasang pengantin.

Ø  Blue Romance
Nuansa romantis yang digambarkan lewat dasar cake warna biru muda, menjadi lebih hidup dengan balutan renda dan garnish bunga. Ada rangkaian bunga mawar sebagai topper, lalu bunga teratai biru yang menempel bak dilautan sebagai centerpiece dan bunga blossom biru bertebaran makin menciptakan karya yang makin berkesan.












Ø  Classic Wedding
Dibalik kesederhanaan pemilihan warna-warna pastel menjadi cerah dengan ditingkahi oleh bouquet warna kuning emas dari bunga mawar sebagai topper dan pemanis dari wedding cake yang didominasi warna peach. Detail-detail berupa tebaran bunga blossom dan mutiara pada cake menjadi pemanis, ditambah tampilan sepasang pengantin menjadi daya tarik terhadap wedding cake ini secara keseluruhan.

Ø  Fantasy White Ribbon
Fondant bermotif pita renda putih dengan pinggiran warna emas yang menutup ‘wedding cake’ empat tingkat ini mampu menghadirkan kesan fantasi dalam suatu ruang pesta pernikahan. Tatanan bunga mawar warna merah sebagai topper makin mempercantik cake special. *Upi





Minggu, 14 September 2014

Praktek Bisnis Kuliner @ Hizteria Cafe & Resto


UNTUK mendukung kegiatan praktik mahasiswa S1 Culinary Business Tristar Institute,
Matoa Holding selaku pengelola kampus yang berpusat di Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, membuka D’Hizteria Café &Resto di Jl Raya Rungkut Mapan FA-3 Surabaya, dalam acara grand opening yang dihadiri para kolega, dosen dan puluhan karyawan, 2 Juli 2014. Langkah cepat pihak Matoa Holding mengoperasikan D’Hizteria Café & Resto ini juga bertepatan dengan bulan puasa Ramadan 1435 H, sehingga keberadaan café tersebut juga diharapkan menjadi pilihan masyarakat yang ingin berbuka bersama keluarga dan klien.


 Café yang baru dua pecan lalu di-launching oleh Presdir Tristar Culinary,  Ir.Juwono Saroso itu juga menyediakan menu makan sahur karena juga bertepatan dengan gelaran putaran final FIFA World Cup 2014, dengan membuka program nonton bareng (nobar). D’Hizteria Café & Resto yang menempati lahan seluas 625 m2 disulap layaknya café dengan mengusung konsep Cozy Natural Classic yang focus pada sosok entertainment café. Makanya, café ini akan tampil beda karena setiap akhir pecan punya event menarik, seperti menghelat sushi festival, suki festival, barbeque party, challenges (lomba-lomba), juggling festival, pesta nasi goring super pedas, pesta aneka penyetan, festival aneka pasta. ”Nah, dengan konsep baru ini kami ingin meningkatkan kemampuan mahasiswa S1 Culinary Business bagaimana mengelola café dan resto dengan sentuhan beda dari yang sudah ada.



 Menu yang kami bikin pun cenderung menu fusion, tidak terikat pakem dan variannya banyak karena memadukan Chinese Food, Indonesia Food, European danAmerican Food,”kata Yuda Agustian, Leader D’Hizteria Café & Resto di kantornya, kemarin (26/6). Begitu juga dengan minumannya. Pihaknya menyediakan sajian healthy drink (pure tanpa gula), aneka variasi teh (China, Jepang dan local Indonesia), aneka variasi kopi se-Nusantara. Dengan konsep ini, pihaknya optimistis, mahasiswa S1 Culinary Business yang magang Akpar Majapahit yang magang di sini, punya pengalaman berbeda.




 ”Nantinya dari pengalaman magang di D’Hizteria Café & Resto ini, mahasiswa bias mengaplikasikannya di tempat lain atau buka café sendiri, karena lulusan S1 Culinary Business Akpar Majapahit memang kami siapkan untuk menjadi pengusaha sukses di bidang kuliner,” kata Yuda Agustian, yang sehari-hari juga menjadi dosen kuliner di Akpar Majapahit. Café ini diyakini bakal menjadi salah satu andalan Matoa Holding untuk menanggung untung dalam kiprahnya di lini bisnis kuliner yang berlokasi di kawasan perumahan menengah atas dan lokasinya dekat dengan kampus UPN Veteran Jatim, lembaga pendidikan dan perkantoran tersebut.

Selain untuk praktek Culinary Project mahasiswa S1 Culinary Business, Hizteria Cafe & Resto juga tempat pembelajaran bagi instruktur dan dosen yang akan diterjunkan untuk mengajar mahasiswa. Fasilitas sangat lengkap dan standar industri akan mencetak chef chef Handal dengan inovasi & kreasi baru. Penelitian & Pengembangan produk selalu dilakukan unt mendapatkan Menu yang Enak, Lezat & Bergizi. Dengan Biaya produksi yang lebih murah & efisien dan tampilan yang menarik & menggugah selera.


 Mengingat lokasinya yang cukup strategis, maka pengelola D’ Hizteria Café & Resto langsung membidik segmen anak muda (pelajar, mahasiswa dan eksekutif muda) sebagai customer potensialnya. Tidak menutup kemungkinan kalangan keluargamu dan juga bias merapat kemari, sebab café baru ini telah dilengkapi fasilitas seperti free wi fi untuk internetan gratis, VIP Room, tempat lesehan yang nyaman karena café ini mampu menampung 100 tamu sekaligus. ”Kami juga menyiapkan layanan antar (delivery order) sehingga customer yang malas keluar rumah, tetap bias menikmati makanan yang dipesan dengan harga terjangkau. Nah, tunggu apa lagi, ayo buruan merapat ke D’ Hizteria Café & Resto sekarang juga. Kami juga menyediakan takjil gratis bagi tamu muslim ingin berbuka bersama keluarga dan kolega,” terang Yuda, menutup pembicaraan.(ahn)

Kamis, 03 Juli 2014

Lomba Bikin Aneka Penyetan di Akpar Majapahit - Bersama Chef Sarwan



Authentic Indonesian Challenger 2014

29 Mahasiswa Akpar Majapahit Sukses Ramaikan Lomba Bikin Aneka Penyetan

KEMARIN di hari yang cerah, Akpar Majapahit menggelar ajang perlombaan yang bertajuk “Authentic Indonesian Challenger 2014” pada hari sabtu (24/5) mulai pukul 09.30-12.00 WIB, dengan menu masakan aneka sambal dan penyetan di Gedung Kampus Akpar Majapahit di Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya.
   



Tujuan acara ini di selenggarakan selain untuk bekerja sama dengan Chef Sarwan, tetapi juga untuk pengenalan buku baru dari Chef Sarwan tentang masakan aneka penyetan dan sambal ala Chef Sarwan.


Di samping itu, selaku pihak Yayasan dan Dosen Akpar Majapahit sendiri ingin agar anak didiknya lebih mengerti dan mendalami masakan tradisional Indonesia. Sehingga event ini dinilai bisa untuk dijadikan ajang promosi bagi kampus.

“Dengan diadakannya lomba tersebut, peserta lomba yang pesertanya adalah mahasiswa Akpar Majapahit bisa mengenalkan masakan tradisional Indonesia di Kancah Internasional”, ujar Ir. Juwono Saroso Owner Akpar Majapahit.


Untuk bahan masakan aneka penyetan sudah ditentukan oleh panitia yang terdiri dari Putri Aldenia, Jiurike Alvionita, Cindra Siedharta, Rizky Setiawan dan Tri Setiawan sebagai anggota panitia yang membantu dalam acara ini. Pembagian dapur, sudah diatur oleh panitia yang masing-masing dapur diisi oleh kurang lebih 7 peserta.

Menurut Ketua Panitia Putri Aldenia, lomba masak aneka penyetan yang semula berjumlah 31 mahasiswa peserta menjadi 29 mahasiswa peserta, di karenakan 2 mahasiswa sedang berhalangan hadir saat itu. Walaupun begitu, mahasiswa yang meramaikan kegiatan ini pun tetap berjalan mulus seperti yang sudah direncanakan, acara dimulai dari pukul 09.30 pagi hingga selesai.



Seperti yang di ketahui, selain memasak masakan aneka penyetan, mahasiswa juga di tuntut untuk mengkreasikan minuman tradisional mereka sendiri. Dan nantinya akan langsung dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Chef Sarwan, Chef Bagus dan Anang salah satu juri tamu dari penerbit Genta Grup.

Saat acara di gelar, banyak Stasiun TV seperti ANTV, SCTV, Trans TV dan masih banyak lagi yang hadir dan ikut meliput event ini dari proses memasak hingga penilaian. Selain itu, bisa di katakan pula ini termasuk event baru, karena ide lomba dan resepnya memang di ambil atau menduplikat resep Chef Sarwan.



Ada bermacam-macam resep yang disodorkan oleh Chef Sarwan tetapi hanya 31 resep yang terpilih dan peserta memasak masakan yang telah diacak atau undian dan peserta tinggal mengolahnya saja.



Diantara masakan yang lain, ada beberapa yang menarik dan menggelitik lidah, seperti lele goreng penyet sambal ijo, iga penyet sambal bledeg, udang goreng penyet sambal taoco, dan iga bakar sambal kemiri.

Khusus untuk bahan minuman tradisional, peserta menyiapkan sendiri bahan dan perlengkapan nya. Hasil kreasi masing-masing peserta lomba minuman tradisional seperti temulawak, wedang jahe lidah buaya, tauwa dan ginger green tea.




Setelah peserta lomba selesai memasak dan meng-garnish hasil masakan mereka, yang hanya diberi waktu 90 menit. Semua tantangan pun berhasil di selesaikan oleh peserta dan pada saat penilaian komentar para dewan juri pun sangat memuaskan bagi juri maupun mahasiswanya sendiri


Kriteria penilaian didasarkan pada empat aspek, yakni kreativitas (minuman), penampilan (makanan & minuman), kebersihan, dan yang paling penting adalah tekstur dan rasa.

Tak ayal, jika mahasiswa Akpar Majapahit selalu berhasil di setiap tantangan yang diberi dalam kejuaraan lomba dimana pun. Karena memang keunggulan disini sistemnya Studi Praktek setiap hari dengan 3 – 4 resep perhari, ditambah lagi dengan pengajar yang sudah ahli dan matang di bidangnya.



“Antusias para mahasiswa peserta lomba pun sangat senang bisa mengikuti ajang perlombaan ini dan banyak sekali yang minat untuk mendaftar, tetapi sayangnya karena terbatas maka siapa yang mendaftar terlebih dahulu itulah yang akan menjadi peserta lomba,” terang Rizky Setiawan salah satu anggota panitia AIC 2014.



Untuk harapan dari pihak pembina Akpar Majapahit. Dengan menggelar ajang perlombaan seperti ini bisa memotivasi  mahasiswa untuk tetap terus mencintai masakan tradisional Indonesia sehingga dapat dikenal di kalangan luar.

Ada juga beberapa tips dari Chef Sarwan untuk memasak aneka penyetan. “Pertama, Iga direbus agak lama dan ditutup agar lebih meresap dan lebih cepat lunak, biar lebih enak menggunakan tutup kaca agar bisa dilihat. Kedua ikan laut, lele dan patin gampang untuk didapatkan di sungai, sedangkan wader susah didapat karena harus mencari di tawar, tetapi rasanya khas berminyak dan lebih enak.”



Selain perlombaan, ada juga Cook Display dari salah satu mahasiswa senior yang menampilkan kreasi penyetan baru yang tak lazim dengan gurita atau octopus, dengan tema menu “Kingdom of Baby Octopus”. Gurita identik karena semakin lama di masak, maka tekstur daging akan semakin keras dan tidak enak untuk dimakan, justru dengan dimasak dalam waktu yang sebentar akan lebih enak, di tambah lagi dibagian kepalanya di isi dengan daging ayam cincang.

Pasalnya, pihak panitia sudah menyiapkan hadiah menarik bagi pemenang lomba Authentic Indonesian Challenger (AIC) 2014, yakni Juara I mendapat potongan 10 peresen uang kuliah (SPP), Juara II memperoleh potongan 8 persen uang kuliah, Juara III berhak mendapat potongan 6 persen uang kuliah dan Juara Harapan akan memperoleh potongan 5 persen uang kuliah.



Setelah gelaran lomba tersebut, akhirnya dewan juri memutuskan empat pemenang AIC 2014, yakni Farah Rizqa Rifni (Juara I), Yunita Tiffany Laos (Juara II), Bayu Perdana Kusuma (Juara III) dan Melisa Arianasari Pribadi (Juara Harapan).

Selamat kepada para pemenang. Maju terus bersama Akpar Majapahit. Perhelatan AIC 2014 di Kampus Akpar Majapahit Sabtu (24/5) siang itu semakin semarak dengna hadirnya sejumlah wartawan media cetak dan elektronika yang meliput acara tersebut. (ica, ahn)