Mojokerto
Raya Jabon KM 07

Surabaya.
Jln, Jemursari 244.

Sabtu, 02 Maret 2013

Akpar Majapahit Gelar Pelatihan Usaha bersama Disnaker Surabaya


Kerjasama dengan Disnaker dan Dinsos

          KEPERCAYAAN masyarakat terhadap Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit terus tumbuh. Kali ini giliran Disnaker Surabaya bekerjasama dengan Akpar Majapahit menggelar pelatihan wirausaha bagi kelompok usia produktif tetapi tidak bekerja.

 



          Peserta pelatihan wirausaha tersebut diikuti 60 orang dari berbagai wilayah di Surabaya, terutama dari kalangan ibu-ibu. Mereka mengikuti pelatihan membuat aneka mie kluntung di Grha Tristar, pada 1-7 November 2012. 

                 


          Hadir dalam acara tersebut, Wakil Kepala Bidang Keterampilan Disnaker Surabaya Junjungan, sedangkan dati Akpar Majapahit tampak Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso, Humas/Marketing Akpar Majapahit, Anggit Krismahani.  
    
                     

          Pelatihan ini bertujuan untuk membekali ibu-ibu berwirausaha secara mandiri. Jika ada tempat yang cocok bisa mengajukan proposal ke Disnaker untuk dibiayai Pemkot Surabaya membuka usaha mie kluntung. Sebelum resmi membuka warung (stan), lokasi usaha akan disurvei lebih dulu oleh tim dari Disnaker. 
                       
                             
          Selain dengan Disnaker Surabaya, terang Anggit Krismahani, Akpar Majapahit juga menjalin kerja sama dengan Dinas Sosial Surabaya mengadakan pelatihan wirausaha di Grha Tristar yang diikuti mucikari se-Surabaya sebanyak 100 orang. Pelaksanaannya sendiri dihelat pada 1-2 Desember 2012 lalu yang di hadiri oleh pejabat Dinas Sosial Surabaya dan DPRD Surabaya  Yayuk Puji Rahayu beserta  Baktiono.

          ”Materi pelatihan wirausaha ini difokuskan pada teknis membuat kue/roti kukus, rainbow steam cake dan brownies kukus. Dalam penerapan program pemerintah yang akan segera menutup wisma lokalisasi maka diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, mereka bisa membuka usaha rumahan secara mandiri, sekaligus mengentas mereka dari lembah hitam karena praktik ditutup pemkot,” pungkasnya. (ahn)












Tidak ada komentar:

Posting Komentar