Mojokerto
Raya Jabon KM 07

Surabaya.
Jln, Jemursari 244.

Rabu, 27 Februari 2013

Akademi Pariwisata Majapahit Sambut Imlek & Valentine 2013

Sambut Perayaan Imlek dan Valentine Day

Styrofoam Berbentuk Naga Air


     AKADEMI Pariwisata (Akpar) Majapahit terus melakukan penetrasi pasar dengan meramaikan ajang Edu Fun Festival 2013 yang digelar Jawa Pos di Convention Hall Tunjungan Plaza (TP) III Surabaya 7-10 Februari 2013. 
Stand Akpar Majapahit di Tunjungan Plaza

     Dalam gelaran Edu Fun Festival 2013, Akpar Majapahit memborong tiga stan (booth) sekaligus yang selanjutnya stan tersebut dihias dengan pernak-pernik bernuasa Imlek. Keikutsertaan Akpar Majapahit dalam ajang promo tersebut, selain untuk mengedukasi masyarakat terhadap keberadaan Akpar Majapahit (di bawah Tristar Group), juga untuk memasarkan produk-produk karya mahasiswa seperti minicake, popcake, pudding, dim sum, chicken crunchiroll, dan lain-lain.

Stand Kids Fun Cooking

Peserta Kids Fun Cooking & Mahasiswa Akpar Majapahit


     Di sela kegiatan utama mengikuti pameran, stan Akpar Majapahit juga membuka acara bertajuk Kid’s Fun Cooking . Kelas kecil ini diikuti sekitar 75-80 anak berusia 4-13 tahun. Sambutannya sungguh luar biasa sehingga panitia sampai kewalahan melihat antusiasme anak-anak belajar memasak dan menghias kue.

     Dalam ajang Edu Fun Festival 2013 teersebut, Akpar Majapahit juga memamerkan karya mahasiswa yang menjadi juara dalam lomba internal antarmahasiswa Akpar Majapahit yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Februari lalu atau sepekan sebelum Edu Fun Festival 2013 digelar dan menyampilkan cooking demo (demo masak) oleh mahasiswa.


Hasil Karya Mahasiswa Kuliner

Hasil Karya Mahasiswa Pastri



     Sebelum karya mahasiswa Akpar Majapahit ditampilkan di ajang Edu Fun Festival 2013, pihak kampus membentuk kepanitiaan dalam lomba internal antarmahasiswa bertajuk Imlek and Valentine Day Food Competition yang diketuai Yudha Agustian dan wakilnya Mickey. Keduanya adalah asisten dosen Akpar Majapahit.

     Menurut Mickey. dalam lomba culinary antar mahasiswa ini fokus tema utamanya adalah yang bernuansa imlek, sedangkan untuk lomba pastry lebih dititik beratkan pada suasana valentine. Lomba itu sendiri hanya berlangsung sehari.

     Guna meramaikan Imlek Food Competition, panitia menjaring sebelas kelompok mahasiswa @ dua orang  perkelompok sebagai pesertanya, sedangkan yang mengikuti Valentine Food Competition, pihak panitia berhasil menghimpun enam kelompok  @ dua orang perkelompoknya.

Mahasiswa Pastri

Mahasiswa Pastri

Mahasiswa Kuliner

     ”Untuk lomba Imlek Food Competition kami menyediakan tempat di laboratorium culinary, sedangkan lomba Valentine Food Competition tempatnya di lab pastry kampus Akpar Majapahit Gedung Grha Tristar Jl Raya Jemursari 244 Surabaya. Sementara itu tujuan lomba antarmahasiswa ini kami tekankan untuk melatih semangat mahasiswa berkompetisi secara sehat dan adu kreativitas antarmahasiswa yang menjadi peserta lomba,” terangnya.

     Untuk Imlek Food Competition, peserta diharuskan memasak dengan tema Unique Chinese New Year Food. Beragam masakan mereka kreasikan, tentunya juga dengan beragam filosofi. Sehingga, kreasi masakan yang mereka buat tidak hanya bisa dinikmati tetapi juga bermakna.

     Semua peserta menunjukkan inovasinya membuat masakan untuk Imlek, dengan bahan-bahan yang beragam dan tentunya bernuansa khas imlek seperti mi panjang umur, udang keriting, kakap, kepiting, buah naga, gurami merah, ayam dan beraneka macam sayuran. Masakan yang disiapkan dan diolah peserta menunjukkan kemeriahan imlek.

     Tak kalah serunya dengan peserta Imlek Food Competition, peserta Valentine Food Competition pun  beradu kreasi. Mereka wajib membuat kue bertema Sweet Pattiserie Love Competition. Keenam kelompok mahasiswa pattiserie ini menyulap cake mereka menjadi cake dengan cerita-cerita romantic yang menandakan Hari Kasih Sayang.

     Seperti pasangan Novie dan Faramita, mereka membuat cake berjudul Cheery Blossom of Love atau bunga sakura yang mekar di musim semi. Di atas coklat cake yang mereka buat bertabur bunga sakura dan sepasang kekasih yang sedang menyatakan cinta serta sepucuk surat yang diberikan sang lelaki kepada kekasih pujaan hatinya.

     Berbeda dengan kreasi Novie dan Faramita, pasangan Endah dan Ayu yang baru sebulan menjadi mahasiswa Akpar Majapahit, memamerkan hasil kreasinya berupa kue romantis berjudul The Secret of Hidden Geteau. Kreasi orisinil para peserta ini mendapat apresiasi dari anggota dewan juri karena semuanya menarik dan layak masuk nominasi.

    Oleh karena itu, menurut Asisten Direktur I Bidang Pendidikan Akpar Majapahit Mafhucha Dipl Hot, SE, MPar, untuk menjaga profesionalisme dalam penjurian, pihak panitia mengundang Dra Renny R. Wahjoedi, Direktur Eksekutif  Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Nasional (LSPPN) Jatim, Merlyn Maria (Jawa Pos) dan Yousi Hartanti dari SBO TV.

     Salah satu tolak ukur penilaian juri selain aspek orisinilitas kreasi peserta, mereka juga harus pandai membagi waktu. Tak pelak jika jelang waktu hampir habis, tampak ketegangan di wajah para peserta. Untuk Imlek Food Cempetition, peserta hanya diberi kesempatan memasak selama 90 menit. Sementara untuk Valentine Food Competition, peserta diberi waktu menyelesaikan masakannya selama 120 menit.

     Dari hasil keputusan dewan juri, pemenang Imlek Food Competition jatuh pada peserta Roland Nata dan Fara dengan judul masakan Devil Meat Trap in Dragon sebagai juara pertama dan pasangan Oktavia-Sri Maryani dengan judul Nano-Nano Vulcano sebagai juara kedua. Pemenang pertama dan kedua masing-masing berhak menerima uang tunai masing-masing Rp 400 ribu dan Rp 200 ribu plus sertifikat dari panitia.

     Sementara itu pemenang Valentine Food Competition disabet Endah Wardiani dan Ayu Anggraini dengan judul masakan The Secret of Hidden Geteau sebagai juara pertama, dan pasangan Faramita Utami Bunai dan Novie Liandy yang membuat masakan Cheery Blossom of Love meraih juara kedua. Seperti pemenang Imlek Food Competition, hadiah juara satu Valentine Food Competition berupa uang tunai Rp 400 ribu plus sertifikat dan juara dua berhak menerima uang tunai Rp 200 ribu plus sertifikat dari panitia. Selamat untuk kalian semua, kembangkan terus kreasi Anda.  (*/ahn)











Tidak ada komentar:

Posting Komentar